Ingin Jadi Atlet Esport? Simak Ideas Ini

Written by Futura on March 1, 2021 in LIP with no comments.

Berbagai teori olahraga menyebutkan, selain agenda pertandingan yang padat, sejumlah faktor lainnya dapat juga menjadi penyebab kelelahan pada atlet. Pada umumnya, kelelahan seseorang dapat diakibatkan kurangnya asupan karbohidrat, waktu istirahat yang tidak cukup, ataupun dehidrasi. Tapi sebelum menjadi atlet berpretasi yang kemudian beruntung mendapat guyuran bonus, baik dari pemerintah maupun pemerintah daerah, tidak jarang seorang atlet harus melalui perjuangan Slot Deposit Pulsa yang berat dan berliku. Sebagai seorang pengusaha, Erick yang pernah memiliki klub raksasa Liga Italia Seri A Inter Milan dan klub basket NBA Philadelpia 76ers itu, menegaskan bahwa semua pihak harus menjaga setiap saat momentum keberhasilan Asian Games 2018. RADARSEMARANG.ID, Banyak stigma beredar bahwa menjadi atlet, pendidikan terabaikan. Meski sibuk dan telah menjadi pemain bintang, mereka tetap peduli terhadap pendidikannya untuk bekal untuk masa depan.

Eddy juga menjelaskan bahwa atlet eSport harus memiliki pemahaman logika dasar. Minimal, kata dia, mata pelajaran seperti fisika dan matematika nilainya bagus. “Karena jika pintar dan memutuskan untuk bermain esport, dia bisa mengalahkan orang yang tiap hari ke warnet untuk bermain 10 jam tiap hari,” lanjut Eddy. Dengan tidak melupakan kewajibannya, Eko membagi waktunya sebagai mahasiswa di pagi hari dan melatih fisiknya di beberapa hari sepakannya. Tugas, jadwal kuliah, praktikum tidak menghambatnya untuk menjaga stamina dengan berlatih atau sekedar lari. “Yang penting itu manajemen waktunya. Jangan karena tugas hobi yang ditekuni terabaikan”, jelasnya saat ditanya kesehariannya.

Selain itu kedisiplinan dan kemampuan berkomunikasi yang baik juga merupakan komponen utama lain yang wajib dimiliki oleh para pro-gamers. Komunikasi yang baik dapat membuat tim membentuk strategi dan trik yang baik antar sesama anggota. Kamu bisa menonton pertandingan recreation secara online baik dari youtube atau twitch. Belajar langsung dari pertandingan tidak hanya memperbanyak ilmu tapi juga gratis. “eSports memiliki kemampuan untuk melatih aspek-aspek kognitif di otak anak. Semakin didalami, si anak pun kian sering menggunakan sisi otak tersebut dengan baik dan cepat mengambil keputusan. Juga terbiasa berpikir,” ujarnya.

Dari pukul thirteen.00 siang hingga sekitar pukul 21.00 malam, saya berada di luar, memesan makanan, dan duduk di luar. Senang sekali rasanya, tidak diam di rumah untuk bermain recreation,” ujarnya. “Karena program latihan resmi dari klub belum dimulai, maka para atlet futsal harus menjaga kondisi tubuhnya tetap fit dan bugar, minimal terjaga kondisi fisik dan mentalnya agar tidak menurun secara drastis,” katanya. “Saya mengambil jurusan pendidikan olahraga, setidaknya sesuai latar belakang sebagai pesepakbola. Orang tua juga sangat mendukung saat saya mengambil jurusan ini,” ujarnya.

Ia ingin pendidikannya tersebut kelak dapat bermanfaaat bagi kehidupannya di masa depan. “Tapi tetap sebagai atlet, saya harus bertanggung jawab dengan tidak melupakan kewajiban. Walau fokus kuliah, saya tetap harus menjalankan program wajib tim dengan latihan mandiri selama libur kompetisi seperti ini.

Apakah untuk menjadi atlit harus pintar

Sebagai alet catur profesional yang juga berstatus sebagai mahasiswa UNIKA Atma Jaya ini, tentunya memiliki tantangan tersendiri yang dihadapi untuk menjaga performa akademik dan juga sebagai atlet. “Sistem penganggaran pemerintah saat ini membuat pembinaan olahraga tidak masuk akal. Bagaimana mungkin mempersiapkan atlet dan tim nasional hanya dalam enam bulan?”, katanya. Mereka mengaku butuh tenaga ekstra agar dapat menyeimbangkan waktu antara pendidikan dan menjalankan kegiatan sebagai atlet. Biasanya mereka menjalankan kewajiban sebagai pelajar dengan bersekolah dari pagi sampai siang.

Comments are closed.